pulang kampung-[an]

Maret, April, dan sekarang sudah September
Dan masih adaOktober November Desember

Saya merindukan cuaca yang adem dingin
Saya merindukan makanan sederhana yang tersaji berkat kayu bakar
Saya merindukan ayam berkokok di pagi hari
Saya merindukan berjalan di pematang sawah
Saya merindukan kopi mu yang hangat di pagi dan sore hari
Saya merindukan sinar mentari dari balik dedaunan saat pagi menjelang
Saya merindukan melihat kerbau di kubangan
Saya merindukan setiap sudut di kota kecil Rantepao

Saya merindukan bercerita dengan mereka keluargaku
Saya merindukan memandang hujan dari balik jendela di sore hari
Saya merindu…..

Desember, cepatlah datang
Waktu, jangan membuatku bosan disini
Rutinitasku, janganlah engkau monoton

Wait me there, Toraja

4 thoughts on “pulang kampung-[an]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s